Manfaat Daun Kelor

Diposting oleh EYANKGHAIB® pada 08:34, 22-Jun-12

kelor.jpg Dalam tradisi pengobatan kuno India (Ayurveda), daun kelor (Moringa oleifera) dianggap sakti karena bisa digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Dalam daftar obat kuno India kelor memang menduduki tempat istimewa karena bisa digunakan untuk menyembuhkan sekitar 300 penyakit. Berita mengenai kesaktian daun kelor yang disebutkan dalam Ayurveda akhirnya sampai juga ke telinga orang-orang pintar di Nusantara terutama Jawa. Seperti kita ketahui, pada jaman dahulu pengaruh budaya India di Nusantara sangatlah kuat. Setelah mempelajari Ayurveda, para ahli obat herbal di Nusantara juga mulai berhasil mengobati berbagai macam penyakit dengan daun kelor. Tingkat keberhasilan pengobatan dengan daun kelor pada masa itu begitu tinggi hingga mampu melahirkan mitos tersendiri. Di jaman dimana penyakit masih dianggap sebagai gangguan mahluk halus, pengobatan penyakit tidak lepas dari acara ritual pengusiran mahluk halus. Karena daun kelor bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit maka tidak heran jika daun ini dianggap bisa mengalahkan kekuatan mahluk halus. Akibatnya terbentuklah mitos bahwa daun kelor ampuh untuk menaklukkan mahluk halus. Lambat laun justru mitos ini lah yang berkembang, sedangkan fungsi kelor untuk pengobatan sebagaimana diterangkan dalam Ayurveda malah ditinggalkan. Pengaruh mitos bahwa daun kelor bisa untuk mengalahkan mahluk halus telah merasuk begitu dalam ke benak masyarakat pada jaman dahulu, tak terkecuali juga para jawara sakti yang biasa mendapat kekuatan dengan bantuan mahluk- mahluk halus. Mereka ikut termakan mitos tersebut dan sangat yakin bahwa kesaktiannya akan hilang jika berhadapan dengan daun kelor. Dengan keyakinan seperti itu, sedikit saja mereka terkena sentuhan daun kelor maka secara psikologis kekuatannya akan runtuh duluan dan akhirnya memang fisiknya juga benar-benar ikut lemas dan ambruk. Fakta bahwa mental seseorang bisa mempengaruhi kekuatan fisiknya itu bukan hal yang baru. Hingga saat ini masih banyak orang yang sulit untuk melepaskan diri dari belenggu mitos kesaktian daun kelor. Masih banyak ditemui di desa-desa dimana orang percaya bahwa jika ada orang yang sakit dan tergeletak lama namun tidak juga meninggal, maka orang tersebut diduga memiliki kesaktian tertentu yang harus segera dilepas dari tubuhnya. Untuk membantu melepas kesaktiannya biasanya orang tersebut disapu dengan daun kelor hingga akhirnya dapat meninggal dengan tenang. Ketika jasadnya kemudian dimandikan orang tersebut juga disapu lagi dengan daun kelor supaya bersih dari segala mahluk yang masih menempel pada jasadnya. Saking banyaknya orang sakit yang berhasil diobati dengan daun kelor pada jaman dahulu sampai-sampai mitos kesaktian daun kelor bisa bertahan hingga ribuan tahun, bahkan hingga sekarang. Selain untuk mengusir, kelor juga dipercaya bisa menolak kedatangan mahluk halus. Di jaman serba teknologi seperti sekarang ini kadang masih bisa ditemukan ada rumah yang di atas pintu utamanya ditaruh seikat daun kelor sebagai penolak bala. Kelor di Jaman Modern Lain dulu lain sekarang. Dengan penelitian ilmiah, terungkap bahwa daun ini ternyata mengandung berbagai unsur nutrisi yang diperlukan oleh tubuh untuk memulihkan dan menjaga kesehatan. Variasi dan kadar kandungan nutrisi daun kelor berada di luar batas-batas kewajaran. Fenomena aneh ini diakui di dunia barat sekalipun karena memang dasarnya adalah penelitian ilmiah. Tidak heran banyak media masa internasional mempopulerkan pohon kelor sebagai “miracle tree” alias pohon ajaib, bahkan ada yang menyebutnya sebagai "tree for life". Memang mengagumkan. Bayangkan saja, jika kita memiliki sebuah pohon di halaman rumah yang bisa ditanam dan dirawat dengan mudah, tidak mati meskipun diterpa kemarau panjang, daunnya bisa disayur untuk memenuhi semua kebutuhan vitamin dan mineral dalam tubuh, bisa digunakan sebagai obat ketika kita sakit, selain itu bijinya juga bisa untuk menjernihkan air yang kita minum. Kedengarannya seperti pohon yang hanya ada di dunia angan-angan, namun kenyataannya memang ada. Adalah Lowell Fuglie, seorang warga negara Prancis yang tinggal dan bekerja di Senegal, yang pertama kali meneliti kandungan nutrisi daun kelor. Pada akhir tahun 90an orang ini mulai meneliti daun kelor dan menemukan bukti bahwa ibu-ibu hamil yang mengalami gizi buruk sekalipun masih bisa dibantu untuk memiliki bayi yang sehat dengan cara mengonsumsi daun kelor. Hasil penelitian si Lowell ini sekarang banyak dimanfaatkan oleh banyak negara untuk memerangi gizi buruk, terutama negara-negara berkembang di semenanjung Afrika. Program penggalakan penanaman daun kelor di negara- negara Afrika merupakan kampanye yang intensif melalui lembaga-lembaga pendidikan dan swadaya masyarakat. Tak kurang dari seorang sekjen PBB (Kofi Annan pada waktu itu) ikut mendukung sosialisasi penggunaan daun kelor utnuk memerangi gizi buruk. Kelor Sebagai Sumber Nutrisi Pohon kelor memiliki daun yang mengandung nutrisi paling lengkap dibanding dengan tumbuhan jenis apapun. Selain vitamin dan mineral, daun kelor juga mengandung semua asam amino esensial (asam amino yang tidak diproduksi sendiri oleh tubuh dan karena itu harus disuplai dari luar tubuh dalam bentuk jadi). Asam amino sangat vital sebagai bahan pembentukan protein. Penelitian juga membuktikan bahwa daun ini sama sekali tidak mengandung zat berbahaya. Bahkan di beberapa daerah di Indonesia masyarakat sudah biasa memanfaatkannya sebagai sayuran, terutama untuk memperbanyak dan melancarkan ASI seperti halnya daun katuk. Selama ini jika kita bicara tentang sumber Vitamin A, yang terbayang adalah wortel, padahal dengan berat yang sama Vitamin A pada daun kelor jauh lebih banyak dibanding wortel. Dengan perbandingan berat yang sama, daun kelor juga mengandung Vitamin C lebih banyak dibanding jeruk, kalsium empat kali lipat susu, potasium tiga kali lipat pisang, protein dua kali lipat yogurt dan zat besi jauh lebih banyak daripada bayam. Dari 24 unsur nutrisi (beberapa vitamin, mineral dan asam amino) yang kami uji di laboratorium milik sebuah universitas di Malang, semua terdeteksi keberadaannya dengan kadar yang cukup signifikan. Pohon kelor adalah pohon yang mudah tumbuh di daerah tropis. Pohon ini diduga berasal dari daerah sekitar Nepal, India. Di Indonesia, pohon ini tumbuh di mana-mana dan banyak ditanam oleh petani sebagai pagar atau batas kebun karena pohon ini memang awet hidup, pada musim kemarau panjang sekalipun. Mungkin kita patut meniru negara-negara di Afrika untuk membantu mengatasi masalah gizi buruk dengan kelor. Untuk sebagian besar saudara kita, jeruk masih mahal, wortel juga mahal, susu terlalu mahal, yogurt sangat mahal, obat semakin mahal, dokter tambah mahal. Hanya kelor yang kemungkinan bisa tetap dibuat murah karena menanamnya juga sangat mudah, bisa tetap tumbuh nyaris tanpa perawatan, dan mulai bisa dipanen pada umur yang cukup singkat. Tancapkan saja beberapa batang kelor di sembarang jenis tanah dan tunggu 2 atau 3 bulan, daunnya sudah mulai bisa dipetik untuk dimanfaatkan. Dalam 40 hari berikutnya, trubusnya sudah bisa diambil lagi dan begitu seterusnya sampai generasi anak cucu. Kelor Sebagai Multivitamin Alami Bagi mereka yang merasa jauh dari risiko gizi buruk, daun kelor juga tetap bermanfaat untuk memastikan keseimbangan nutrisi dalam tubuh sekaligus sebagai obat herbal. Seperti kita ketahui jika nutrisi dalam tubuh kita tidak seimbang, kita akan terkena warning berupa penyakit. Anemia dan sariawan, diketahui sebagai warning akibat kita lalai menyediakan zat besi, beri-beri adalah warning akibat kita lupa dengan Vitamin B1, gondongan akibat kita mengabaikan kebutuhan iodium, keropos tulang akibat lupa menyediakan kalsium, dan banyak lagi penyakit yang terkait dengan infeksi karena daya tahan tubuh melemah akibat kekurangan unsur nutrisi tertentu. Ternyata, kekurangan nutrisi juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan mental seseorang. Penyakit dementia (kerusakan pada jaringan otak dengan gejala antar lain menurunnya daya ingat, kesulitan berfikir logis, dan berperilaku semaunya) dahulu dianggap tidak ada kaitannya dengan nutrisi namun belakangan ternyata diketahui penyebabnya adalah akibat kekurangan Vitamin B3. Jika separo saja penduduk negeri ini kekurangan Vitamin B3, apa gak kacau bangsa ini. Secara logika tidaklah sulit untuk menyimpulkan bahwa keseimbangan nutrisi merupakan pondasi untuk membangun fisik maupun mental yang sehat. Masalahnya kita tidak pernah tahu persis apakah makanan yang kita makan sehari-hari benar-benar telah memenuhi semua nutrisi yang diperlukan. Makanan yang mahal belum tentu mengandung nutrisi yang dibutuhkan. Bisa jadi di satu sisi kelebihan, namun di sisi lain tetap kekurangan. Apalagi banyak makanan yang dijual setelah melalui proses pengolahan dan penyimpanan yang begitu panjang sehingga nutrisi yang seharusnya terkandung pada makanan tersebut telah banyak yang hilang. Belum lagi semakin maraknya junk food di mana- mana, yakni makanan yang mengutamakan tampilan, kepraktisan penyajian dan kekuatan rasa, sementara nilai nutrisi dan sifat-sifat alaminya benar-benar dinomorduakan. Ditambah lagi semakin kentalnya budaya dimana makan bukan lagi dianggap kewajiban untuk memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tubuh melainkan lebih dianggap sebagai acara untuk memenuhi selera dan kesenangan plus lambang status sosial. Tak heran jika akhirnya banyak yang kena WARNING BERAT dari tubuhnya sendiri. Tidak ada salahnya kita berikan tubuh kita makanan yang kita tahu mengandung nutrisi paling lengkap dan alami. Dengan suplai nutrisi yang lengkap dan alami tubuh kita tahu persis bagaimana caranya menjaga dan memulihkan kesehatan untuk kita. Biarkan tubuh menggunakan nutrisi sesuai tujuan dan aturan mainnya sendiri. Tuhan telah melengkapi tubuh kita dengan mekanisme sedemikian sempurna agar tubuh kita tetap sehat dan semua bagiannya berfungsi secara normal. Tugas kita adalah memenuhi kebutuhan tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkannya. Jika anda mengalami kesulitan mencari makanan yang nilai nutrisinya lengkap dan alami, daun kelor adalah solusinya! Tidak ada tumbuhan selain kelor yang mengandung unsur nutrisi sebanyak ini: Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B3, Vitamin C, Calcium, Chromium, Copper, Iron, Magnesium, Manganese, Potassium, Protein, Zinc, Isoleucine, Leucine, Lysine, Methionine, Phenylalaine, Threonine, Tryptophan, Valine, Alanine, Arginine, Aspartic Acid, Cystine, Glutamic Acid, Glycine, Histidine, Serine, Proline, Tryrosine, dsb. Kesimpulan Dulu penyakit dianggap sebagai gangguan mahluk halus dan kelor dianggap sakti karena mampu untuk mengusirnya. Sekarang penyakit diketahui sebagai gangguan keseimbangan nutrisi, dan kelor mampu untuk menyeimbangkannya. Kelor jaman dulu dan kelor jaman sekarang tetap sama saktinya. Yang berbeda hanyalah cara orang menjelaskan fenomena kenapa daun dari pohon ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Dahulu kelor ampuh untuk mengusir mahluk halus seperti wewe gombel dan gendoruwo yang mengganggu anak manusia. Kini, kelor juga tetap ampuh menolak gangguan mahluk halus seperti virus, bakteri dsb. Dalam rangka 'back to nature', tidak ada salahnya kita merevitalisasi kesaktian daun kelor dengan cara pandang dan keilmuan masa kini.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

9 tanggapan untuk "Manfaat Daun Kelor"

sinyobain ® pada 08:42, 22-Jun-12

Helow bos, Klo ama Emak ane,daun kelor dibuat cmpuran bikin telor dadar(enak bgt bos)mrgreen

anakdilam pada 08:58, 22-Jun-12

Emang benar kata orang tua dulu..Ternyata dunia tak seluas daun kelor..biggrin
thanks infonya eyang!

Blogmwb.pun.bz pada 09:28, 22-Jun-12

Anget gan, ada
css fb clone [classic] dblog ane

Cara Penggunaan Daun Kelor pada 02:54, 23-Jun-12

Cara penggunaan kelor untuk mengobati penyakit
tentu harus diketahui untuk mendapatkan
khasiatnya. Berikut ini cara penggunan kelor
untuk pengobatan. Untuk beberapa penyakit,
kelor perlu dikombinasikan dengan bahan dan
tanaman obat lain agar khasiatnya lebih ampuh. 1. Kolesterol Tinggi dan Diabetes Mellitus Bahan: 3-5 gagang daun kelor; Cara Membuat: Daun kelor direbus dengan 3 gelas
air hingga air tersisa setengahnya. Kemudian, air
rebusan disaring dan diminum; Cara menggunakan: diminum dua kali sehari 2. Sakit Kuning Bahan: 3-7 gagang daun kelor, 1 sendok makan
madu dan 1 gelas air kelapa hijau; Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1
gelas air kelapa dan disaring. Kemudian ditambah
1 sendok makan madu dan diaduk sampai merata. Cara menggunakan: diminum, dan dilakukan
secara rutin sampai sembuh. 3. Reumatik, Nyeri dan Pegal Linu Bahan: 2-3 gagang daun kelor, 1/2 sendok makan
kapur sirih; Cara Membuat: Kedua bahan tersebut ditumbuk
halus; Cara menggunakan: dipakai untuk obat gosok
(param). 4. Rabun Ayam Bahan: 3 gagang daun kelor; Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diseduh
dengan 1 gelas air masak dan disaring. Kemudian
dicampur dengan madu dan diaduk sampai
merata. Cara menggunakan: diminum sebelum tidur. 5. Sakit Mata Bahan: 3 gagang daun kelor; Cara Membuat: Daun kelor ditumbuk halus, diberi 1
gelas air dan diaduk sampai merata. Kemudian
didiamkan sejenak sampai ampasnya mengendap; Cara menggunakan: air ramuan tersebut
digunakan sebagai obat tetes mata. 6. Sukar Buang Air Kecil Bahan: 1 sendok sari daun kelor dan sari buah
ketimun atau wortel yang telah diparut dalam
jumlah yang sama; Cara Membuat: Bahan-bahan tersebut dicampur
dan ditambah dengan 1 gelas air, kemudian
disaring. Cara menggunakan: diminum setiap hari. 7. Cacingan Bahan: 3 gagang daun kelor, 1 gagang daun cabai,
1-2 batang meniran; Cara Membuat: semua bahan tersebut direbus
dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal
1 gelas, kemudian disaring. Cara menggunakan: diminum. 8. Biduren (alergi) Bahan: 1-3 gagang daun kelor, 1 siung bawang
merah dan adas pulasari secukupnya; Cara Membuat: semua bahan tersebut direbus
dengan 3 gelas air sampai mendidih hingga tinggal
2 gelas, kemudian disaring. 9. Herpes, Bisul, dan Luka bernanah Bahan: 3-7 gagang daun kelor; Cara Membuat: daun kelor ditumbuk sampai halus. Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian
yang luka sebagai obat luar. Saat ini daun kelor sudah ada dalam bentuk kapsul
sehingga anda tidak perlu lagi repot mencari-cari
daun kelor untuk dikonsumsi. Kehebatan daun
kelor sekarang telah dikemas menjadi kapsul dan teh celup yang
siap dikonsumsi dan mudah dibawa ke mana-
mana. Orang-orang yang secara rutin telah mengonsumsi kapsul daun kelor terbukti kondisi
kesehatannya meningkat secara menyeluruh. Daya
tahan tubuh naik, tidak pernah lagi terkena
sariawan, tidur menjadi lebih nyenyak, tubuh
terasa segar, pikiran lebih tenang dan mudah
berkonsentrasi, kulit menjadi lebih bersih, BAB lancar. Selain itu, kandungan kalsium yang tinggi
dalam kapsul daun kelor juga akan membantu
mencegah risiko keropos tulang.

Penjernih Air pada 10:00, 23-Jun-12

Membuat Bahan Penjernih Air dari Serbuk Biji
Tanaman Kelor
1. Biarkan biji Kelor matang/tua di pohon, dan baru
dipanen setelah benar-benar setelah kering.
Pisahkan sayap bijinya yang ringan serta kulit
bijinya sehingga meninggalkan biji yang putih. Bila terlalu kering di pohon, polong biji akan pecah dan
bijinya dapat melayang “terbang” ke mana-mana.
2. Biji yang sudah tak berkulit itu kemudian
dihancurkan dan ditumbuk sampai halus sehingga
menjadi bubuk biji Kelor (Moringa). Jumlah bubuk
biji moringa atau kelor yang diperlukan untuk pembersihan air bagi keperluan rumah tangga
sangat tergantung pada seberapa jauh kotoran
yang terdapat di dalamnya.
3. Untuk menjernihkan air sebanyak 20 liter (1
jeriken), perlu bubuk biji Kelor sebanyak 2 gram
atau kira-kira 2 sendok teh (5 mililiter). Tambahkan sedikit air bersih ke dalam bubuk biji sehingga
menjadi pasta. Lalu, letakkan pasta itu ke dalam
botol yang bersih dan tambahkan ke dalamnya satu
cup (200 ml) lagi air bersih, lalu kocok selama lima
menit hingga campur sempurna. Dengan cara
tersebut, terjadilah proses aktivitasi senyawa kimia yang terdapat dalam bubuk biji kelor.
4. Saringlah larutan yang telah tercampur dengan
koagulan biji kelor itu melalui kain kasa dan
filtratnya dimasukkan ke dalam air 20 liter (jeriken)
yang telah disiapkan sebelumnya, dan kemudian
diaduk secara pelan-pelan selama 10-15 menit. Selama pengadukan, butiran biji yang telah
dilarutkan akan mengikat dan menggumpalkan
partikel-partikel padatan dalam air beserta mikroba
dan kuman-kuman penyakit yang terdapat di
dalamnya sehingga membentuk gumpalan yang
lebih besar yang akan mudah tenggelam mengendap ke dasar air. Setelah satu jam, air
bersihnya dapat diisap keluar untuk keperluan
keluarga. Catatan:
Menurut hasil penelitian, proses penjernihan dan
pembersihan air dengan serbuk biji Kelor mampu
memproduksi bakteri secara luar biasa, yaitu
sebanyak 90-99,9% yang melekat pada partikel-
partikel padat, sekaligus menjernihkan air, yang relatif aman (untuk kondisi serba keterbatasan)
serta dapat digunakan sebagai air minum
masyarakat setempat.
Namun beberapa mikroba patogen masih
berpeluang tetap berada di dalam air yang tidak
sempat terendapkan, khususnya bila air awalnya telah tercemar secara berat. Karena itu, sangat ideal
bagi kebutuhan air minum perlu dilakukan
pemurnian lebih lanjut, baik dengan cara memasak
atau dengan penyaringan dengan cara filtrasi pasir
yang sederhana.

Mengusir Makhluk Halus pada 11:37, 23-Jun-12

Baru akan berguna sebagai pengusir mahluk halus
setelah beberapa daunnya dipetik dari pohonnya.
Dilakukan dengan cara disabetkan pada objek
tertentu (seperti penggunaan sapu lidi), atau
direndam di dalam air yang kemudian disiramkan
kepada objek tertentu untuk pembersihan gaib, atau air rendaman daunnya digunakan mandi
guyuran, basah semua dari rambut sampai kaki.
Biasa digunakan untuk melunturkan susuk atau
mengusir mahluk gaib di dalam tubuh manusia
karena diguna-guna, diteluh, disantet, dipelet,
kesambet, ketempelan, dsb. Untuk menyembuhkan orang yang dicurigai
terkena guna-guna, pelet, kesambet, dsb,
beberapa lembar daun kelor (lebih banyak lebih
baik) direndam dalam seember air. Kemudian air itu
digunakan untuk mandi guyuran basah semua
dari kepala sampai kaki oleh orang yang bersangkutan, atau diguyurkan kepada si korban. Mahluk gaib yang terpengaruh oleh kegaiban
daun kelor ini adalah mahluk halus kelas bawah,
yang kekuatan gaibnya rendah, seperti bangsa jin
kelas bawah dan gaib-gaib lain tingkat rendah
seperti dedemit gondoruwo dan kuntilanak.
Sukma manusia (arwah, pocong, dan bangsa siluman yang asalnya adalah sukma manusia) tidak
terpengaruh oleh daun kelor ini.

Ndybook.Com pada 02:35, 27-Jun-12

wah mantaf gan Izin gan heheh jngn lupa folow back yha udh ane folow link http://linxkoe11.mywapblog.com

add your site di http://ndybook.net/site_139.xhtml
dan full versi http://ndybook.com

Andm_efc pada 20:53, 01-Jul-12

Hanya bisa ikut nimbrung di istana ente sobb ..
kalo sempet maen kegubuk ane

nitip ya ::
http://pathetic.pun.bz/aplikasi-chatting-ala-bbm-blackberry.xhtml

Hemant pada 20:51, 03-Agu-12

(untuk yg nomer 4) setiap bigaan dari suatu konstruksi benda mempunyai peran penting. Bagian kayu dari pensil (bagian luar) sangat penting untuk menjaga kekokohan arang di dalamnya, bila kualitas kayu tak baik maka arang di dalam bisa rapuh dan mudah patah saat di raut. Bila arang saja tanpa bungkus kayu, maka memegangnya akan sangat tidak nyaman karena seluruh tangan bisa tercoreng. Jadi menurutku, tidak ada istilah bigaan terpenting' karena semuanya penting. Walau ada hal yg lebih penting lagi, yaitu bagaimana, untuk apa pensil itu digunakan.

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar