Berobat Dengan Minum Air Kencing

Diposting oleh EYANKGHAIB® pada 11:02, 21-Apr-11

Rangkuman Buku “Terapi Auto urin” karya: Dr. Iwan
T. Budiarso, DVM, MSc, Phd, APU, Gramedia, 2001,
Ditambah dengan berbagai sumber lain di internet:
http://www.universal-tao.com/article/
urine_therapy.html, Shivambu Kalpa Vidhi From
Wikipedia, the free encyclopedia, Three million
Chinese drink their own urine (Reuters, June 1,
2001), http://
www.medikaholistik.com /2033/2004/11 /28/
medika.html? xmodule=document_detail&xid=52,
http://www.all-natural.com/urine.html, serta harian
kompas.
Dari Pengalaman Pribadi
Dr. Iwan T. Budiarso, penulis buku ini adalah pakar
patologi dan parasitologi alumnus Universitas
Purdue, Indiana, Amerika Serikat, sungguh tak luput
dari penyakit. Tahun 1979, ketika sedang mengikuti
seminar patologi di Bali, untuk pertama kalinya ia
mengalami serangan jantung. Sejak itu jantungnya
kerap ngadat.
Tahun 1984, ia menjalani operasi bypass di Australia.
Menurut dokter setempat, operasi ini bisa membuat
jantungnya tahan hingga 10-15 tahun. “Nyatanya,
baru dua tahun sudah kumat lagi,” ujarnya dengan
nada kocak.
Begitulah dengan berbagai upaya, ia bisa mengatasi
beberapa kali serangan jantung. Namun jantungnya
kian membengkak. “Jalan sedikit saja napas sudah
sesak,” ungkapnya. Mau dioperasi lagi, selain biaya
yang aduhai, resikonya juga terlalu tinggi. Maka,
sesuai saran tim medis yang menanganinya, Iwan
terpaksa menghentikan segala kegiatannya.
Dosen patologi Fakultas Kedokteran Universitas
Tarumanegara, Jakarta, ini merasa sangat prihatin.
“ Kalau dulu saya bisa menolong orang, maka giliran
saya yang harus ditolong orang,” ungkapnya.
April 1999, salah seorang sejawatnya menyarankan
agar meminum air seninya sendiri. Sebagai peneliti,
Iwanpun mencari literatur-literatur tentang terapi
auto urin (meminum air seni sendiri) sebagai dasar
ilmiahnya.
Setelah membaca buku ‘Water of Life, Treatise of
Urine Therapy’ karya John W. Armstrong bab 9
tentang pembengkakan jantung, Iwanpun langsung
menenggak urinnya sendiri. Keinginannya untuk
sembuh membuat ia begitu bersemangat
melakukannya. “Saya meminumnya sampai lebih
dari 1 liter sehari.”
Keesokan harinya ia mendapati tekanan darahnya
langsung normal. Iapun kian bersemangat
mendalami ihwal terapi auto urin. Ia mengkontak
pakar terapi urin di Yamanashi, Jepang, Dr. K. Sano,
dan ilmuwan Belanda, C der Kroon, yang menulis
buku ‘The Golden Fountain: The Complete Guide to
Urine Therapy’.
Iwan juga menghubungi panitia penyelenggara The
Second World Conference on Urine Therapy di
Jerman, Mei 1999, untuk memesan makalah para
pakar terapi urin dari berbagai negara. Sesuai
disiplin ilmu yang digelutinya, Iwan melakukan
pengkajian terhadap bahan-bahan tersebut. Seiring
waktu, Iwan sangat bersyukur karena kondisi
jantungnya normal kembali – setelah tekun
meminum air seninya sendiri selama setahun.
Khasiat air seni juga dialami Eleanor Lanny.
Pertengahan Agustus 1997, dokter menemukan
semacam balon yang berisi cairan di ovariumnya.
Ternyata, ada sel kanker stadium 2C. Selama 3 bulan,
pemandu wisata pada sebuah biro perjalanan ini
menjalani chemotherapy. Ternyata, sel-sel kanker
tetap berkembang merajalela di rongga perutnya.
Lanny mengalami konstipasi, sulit buang air besar
karena ususnya terdesak. Dokter akan membuat
lubang sementara di bagian perutnya untuk
mengatasi hal itu.
April 1999, atas saran seorang kenalannya ia mulai
meminum urinnya sendiri. Lalu ia membatalkan
rencana operasinya yang ketiga. Selain meminum
urin, ia juga mengkonsumsi kunyit putih dan daun
tapak dara. Hasilnya, perutnya yang semula buncit
sudah kempes dan perasaan nyeri hilang sama
sekali. Sesudah menjalani terapi air seni, ia gembira
mendapati hasil tes darahnya. “Sel kanker dalam
tubuh saya sudah menurun banyak.”
Apa yang dilakukan Iwan dan Lanny menunjukkan
bahwa air seni ternyata mujarab. Memang belum
banyak orang Indonesia yang mau mencobanya
kecuali bila kepepet karena sakit. Padahal bagi orang
sehat, air seni bisa mencegah datangnya penyakit
dan memberi efek kesegaran bagi tubuh.
Dalam seminar Urine Therapy yang berlangsung di
Hotel Santika, Jakarta, Jumat (14/4/00), Iwan
menyimpulkan, jangan memandang urin sebagai
musuh. Tetapi, jadikanlah sebagai teman
penyembuh. “Hanya dengan modal keberanian, kita
bisa merasakan khasiatnya,” tegasnya.
Masih Sedikit
Iwan memaparkan, sejarah terapi auto urin
sebenarnya sudah ribuan tahun. Hal ini nampak dari
Kitab Darma Tantra dari India yang terdiri dari 107
ayat – yang mengungkapkan khasiat air seni. “Kita
akan dibersihkan dari segala racun dalam tubuh dan
setelah lama kita juga dibersihkan secara rohani, ”
begitu salah satu penggalan ayatnya. Di India,
kebiasaan meminum urin (shivambu) sudah
dilakukan sebagian penduduknya. Bahkan klinik-
klinik terapi urin bermunculan di berbagai tempat,
khususnya di Mumbay (Bombay). Salah seorang
peminum setia urin adalah mantan Perdana Menteri
India (1977-1979), Morarji Desai. Selama 36 tahun ia
terus meminumnya.
Seperti di India, di Jepang juga terdapat beberapa
klinik terapi urin. Dan Dr. S. Arai, peneliti terapi urin
dan manajer Fujisaki Institute di Hayashibara
Biochemical Laboratories telah membuktikan bahwa
urin dapat menyembuhkan penyakit kronis seperti
kanker dan hepatitis. “Dewasa ini diperkirakan
terdapat sekitar dua juta peminum auto urin di
Jepang, ” ujar Iwan. Begitu pula di Cina, Taiwan dan
Amerika Serikat, kebiasaan meminum air seni sudah
memasyarakat. Bahkan di Cina, sekitar 3 juta orang
meminum urinnya sendiri, sementara di Jerman
sekitar 5 juta orang sudah mempraktekkannya, ”
tambah Iwan.
Di Indonesia terapi ini terbilang baru. Artikel-artikel
mengenai hal ini relatif masih sedikit. Salah seorang
yang mendalami soal urin untuk desertasinya adalah
Prof. Dr. Kurnia Kusnawijaya, di Universitas
Padjadjaran tahun 1980.
Sepuluh Hipotesa
Iwan mengungkapkan, urin mengandung mineral,
vitamin, enzim, hormon, asam amino, antibodi,
antigen, allergen, garam dan nutrien lainnya. Sejauh
ini, lanjut Iwan, ada sepuluh hipotesa cara kerja
terapi auto urin.
1. Pertama, penyerapan dan penggunaan kembali
nutrien.
2. Kedua, penyerapan kembali hormon. Misalnya,
kortikosteroid yang dapat mencegah infeksi, rematik
dan asma. Atau, melationin sebagai obat penenang
dan anti kanker.
3. Ketiga, penyerapan kembali enzim.
4. Keempat, penyerapan kembali urea. Urin
mengandung 25-30 gram urea per hari.
5. Kelima, memberi efek kekebalan.
6. Keenam, memberi efek bakterisida dan virusida.
7. Ketujuh, sebagai terapi garam yang berguna
untuk memperlancar metabolisme, menyingkirkan
kelebihan gula darah, dan mengeluarkan zat-zat
toksik dari cairan dan jaringan tubuh.
8. Kedelapan, memberi efek diuretika, yakni untuk
menstimuler ginjal, meningkatkan produksi air seni,
membersihkan ginjal serta ‘mencuci’ gula darah dan
zat-zat toksik.
9. Kesembilan, sebagai gambar hologram.
Biofeedback-nya memberikan gambaran keadaan
tubuh. Meminum urin akan mengoreksi dan
memulihkan keseimbangan fisiologi tubuh yang
terganggu penyakit.
10. Kesepuluh, memberi efek psikologis. Terapi ini
dianggap sebagai penyembuhan dari dalam tubuh
secara mekanistik dan holistik pada tingkat energi.
Tidak Mudah Memulai
Pada awalnya memang tidak mudah bagi siapapun
meminum air seninya sendiri. Apalagi selama ini
orang terlanjur menduga, air seni itu kotor dan
merupakan buangan tubuh. “Hanya dengan modal
keberanian, kita bisa mencoba manfaat dan khasiat
terapi urin, ” tegas Iwan. Karena rasanya yang
cenderung tidak enak dan berbau, sebaiknya orang
mencobanya satu-dua sendok per hari. Baru setelah
terlatih, perlahan-lahan meningkatkan jumlah
konsumsinya. Menurut Iwan, bagi yang merasa sulit
menelannya, bisa mencampurnya dengan jus buah.
Rasa urin memang bisa berubah-ubah sesuai
dengan apa yang kita makan setiap hari. Bila ingin
air seni terasa tawar, disarankan untuk
memperbanyak makan sayur dan buah. “Bila
mengkonsumsi daging, urin akan terasa lebih asin,
asam, bahkan pahit. ” Iwan mengakui, selain efek
menyembuhkan, terkadang terapi auto urin
memberi efek lain, yakni recovery reaction atau
detoxification period. Yakni, reaksi dari dalam tubuh
bila akan sembuh. Gejalanya bermacam-macam.
Misalnya, diare, batuk, pusing-pusing, berjerawat,
dll.
Bila terjadi hal demikian, Iwan menyarankan untuk
berhenti selama seminggu. Kemudian mulai
meminumnya lagi dengan dosis meningkat dari
yang paling kecil. Apapun rasanya, urin adalah
penyembuh cuma-cuma. Cocok digunakan pada
situasi sulit seperti sekarang ini untuk macam-
macam penyakit. Bahkan John W. Armstrong
menyebutnya sebagai air kehidupan — seperti
tertera dalam Amsal 5:15, “Minumlah air dari
kulahmu sendiri. Minumlah air dari sumurmu yang
membual. ”
Diminum Sampai Dilulur
Anda berminat mengkonsumsi urin sendiri? Silakan
menadahinya dalam mangkuk atau gelas tertentu.
Yang penting, buanglah tetesan-tetesan awal dan
akhir. Ambil antaranya saja. Cara memakainya bisa
dengan langsung diminum, dikumur, diteteskan
(untuk mata, hidung dan telinga), direndam,
dikompres atau dilulur, dan juga disuntikkan.
Bentuknya bisa berupa air seni segar atau berupa
ekstrak (melalui proses). Sedangkan dosis yang
dianjurkan berbeda-beda.
Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran, minimal
sehari satu kali meminum satu gelas (250 cc) urin
pertama pagi hari sebelum makan pagi. Untuk
pengibatan penyakit, minimal sehari meminum 3
gelas urin sebelum makan. Sedangkan untuk
pengobatan kanker dan penyakit-penyakit kronis
lainnya, minimal sehari meminum lima gelas urin –
juga sebelum makan. Bagi yang menderita penyakit
tertentu, sambil meminum urin, juga tetap
meminum obat-obat dari dokter. Jika gejala
penyakit sudah stabil, dosis obat tersebut boleh
dikurangi sepertiga.
Setiap dua atau tiga minggu disarankan tetap cek ke
dokter atau ke lab. Jika gejala penyakit stabil, obat
bisa dikurangi hingga sepertiga dosis. Pada minggu
ke-7 atau ke-9, penderita penyakit bisa bebas – tidak
perlu meminum obat dokter. Hanya meminum urin
saja.
SEJARAH
Terapi auto urin sudah dilakukan di India sejak 5.000
th yang lalu. Masyarakat di Eropa juga sudah
mengenalnya sejak 4.000 th yang lalu. Namun di Cina
baru diketahui sejak 1700 th yang lalu. Sedangkan di
Jepang baru 700 th yang lalu dan hingga kini masih
dijalankan oleh sebagian masyarakat. Di India kuno
orang lazim merawat kesehatan dengan minum
satu gelas air seni setiap hari. Kebiasaan ini masih
dilakukan oleh sebagian besar masyarakat, bahkan
adapula orang penting yang pernah melakukannya
demi kesehatan pribadinya. Sebagai contoh,
pemimpin india, mantan perdana menteri
Morarjibhai Desai, merupakan pelopor terapi urin
dengan minum 1 gelas air seni setiap pagi.
Morarjibhai melakukan hal ini demi menjaga
kesehatan badannya. Ia minum mulai umur 65
tahun, selama 36 tahun sampai dia umur 100 tahun.
Ia menuliskan pengalaman pribadinya di majalah
Time pada tahun 1979.
Dalam literatur Cina kuno Shang Han Lung ( treatise
on febrile disease ) yang ditulis oleh Chang Yi pada
Dinasti han ( 1700 th lalu ) terdapat catatan terapi
urin, yang konon berkhasiat untuk melancarkan
peredaran darah, penenang, dan menghilangkan
panas dalam, penyakit mata serta luka pukul.
Terapi urin dipercaya dapat menyembuhkan
berbagai jenis penyakit, seperti kanker, maag,
radang usus, bronkhitis, asma, penyakit jantung,
aritmia, tekanan darah tinggi/ rendah, saluran
kemih, kelenjar prostat membesar, rematik, radang
sendi, psoriasis, SLE, mandul, osteoporosis,
insomnia, epilepsi, sakit kepala, sakit pinggang,
hepatitis, sirosis, dan juga bisa membuat kulit
menjadi halus, flek-flek kulit hilang, rambut uban
menjadi hitam kembali, melancarkan peredaran
darah, melancarkan kencing dan menghilangkan
sembelit.
Dosis terapi urin tidak terbatas, artinya makin
banyak urin yang diminum makin cepat sembuhnya.
Tidak bisa keracunan dan overdosis. Tidak ada efek
samping , tetapi reaksi yang ditimbulkanya adalah
disebut reaksi Koten ( Bhs Jepang ) atau Meigen
( bhs Cina ) yang artinya jika terjadi gejala-gejala
seperti gatal, mencret, ngilu, batuk-batuk, kembung,
sembelit, gigi dan gusi ngilu dan nyeri, kepala
pening dsb, ini berarti bahwa penyakitnya akan
sembuh.
Jika terjadi reaksi Koten atau meigen, jangan takut
atau panik, boleh berhenti dulu 2-3 hari, setelah
hilang gejalanya, hari ke 4 mulai minum lagi urin.
Kalau mau minum terus juga tidak apa-apa. Juga
boleh minum obat dokter untuk menghilangkan
gejalanya sambil tetap minum air seni.
Nutrisi yang terdapat dalam Urin, di antaranya:
Alanine, total ….. 38 mg/day
Arginine, total ….. 32 mg/day
Ascorbic acid ….. 30 mg/day
Allantoin ….. 12 mg/day
Amino acids, total ….. 2.1 g/day
Bicarbonate ….. 140 mg/day
Biotin ….. 35 mg/day
Calcium ….. 23 mg/day
Creatinine ….. 1.4 mg/day
Cystine ….. 120 mg/day
Dopamine ….. 0.40 mg/day
Epinephrine ….. 0.01 mg/day
Folic acid ….. 4 mg/day
Glucose ….. 100 mg/day
Glutamic acid ….. 308 mg/day
Glycine ….. 455 mg/day
Inositol ….. 14 mg/day
Iodine ….. 0.25 mg/day
Iron ….. 0.5 mg/day
Lysine, total ….. 56 mg/day
Magnesium ….. 100 mg/day
Manganese ….. 0.5 mg/day
Methionine, total ….. 10 mg/day
Nitrogen, total ….. 15 g/day
Ornithine ….. 10 mg/day
Pantothenic acid ….. 3 mg/day
Phenylalanine ….. 21 mg/day
Phosphorus, organic ….. 9 mg/day
Potassium ….. 2.5 mg/day
Proteins, total ….. 5 mg/day
Riboflavin ….. 0.9 mg/day
Tryptophan, total ….. 28 mg/day
Tyrosine, total ….. 50 mg/day
Urea ….. 24.5 mg/day
Vitamin B6 ….. 100 mg/day
Vitamin B12 ….. 0.03 mg/day
Zinc ….. 1.4 mg/day
DOSIS URIN YANG DIANJURKAN
1. Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran,
Minimal 1 gelas ( 100 – 200 cc ) setiap pagi habis
bangun tidur.
2. Untuk pengobatan penyakit, Minimal 3 gelas setiap
hari, pagi setelah bangun tidur, 1 jam setelah jam
12.00 makan siang dan 1 jam setelah makan malam.
3. Untuk pengobatan kanker, Minimal 5 gelas setiap
hari. Pertama pagi setelah bangun tidur. Kedua jam
10 pagi. Ketiga 1 jam setelah makan siang. Ke 4 jam 4
sore. Ke lima 1 jam setelah makan malam.
4. Puasa urin, Terapi ini memang drastis, tetapi
hasilnya memang hebat. Caranya hanya minum air
putih dan urin saja dan tidak makan apa-apa
sepanjang hari, untuk beberapa hari, beberapa
minggu dan maksimal 50 hari. Cara ini harus
dibawah pengawasan ahli urinoterapis. Dosis 1000 cc
@ setiap kali minum 100 cc, mulai minum 1 jam
setelah makan malam 100 cc. lalu antara jam 20-22
mungkin bisa minum 2 kali. Antara jam 22.00- 06.00
pagi, waktu tidur, jika bangun minum 100 cc, jika 2 –
3 kali bangun minum 2- 3 kali sampai yang jam 5-6
pagi. Beri jarak 1 jam , jam 07.00 pagi makan pagi
plus semua obat dokter diminum ,1 jam kemudian
minum lagi @ 100 cc setiap kencing sampai jam
12.00 siang. Sisa kencing yang tidak diminum jangan
dibuang akan tetapi dikumpulkan dalam waskom.
Setelah jam 12.00 siang sampai 17.00, urin tidak
diminum lagi tetapi dikumpulkan dalam waskom
yang sama. Jam 17.00 sebelum mandi, urin dalam
waskom dipanaskan sampai hangat kuku atau kira-
kira 40 derajat celcius. Kencing hangat ini dipakai
untuk luluran dan pijat. Ambil handuk kecil atau
waslap, celupkan dalam urin hangat, peres, lalu
digosok gosokan dan dilulurkan mulai dari kepala,
muka,leher, tangan, dada, badan terus sampai kaki.
Ulangi pijatan dan luluran ini selama 1 jam. Begitu
selesai, lalu langsung mandi. Tidak usah pakai sabun
dan shampoo. Tidak ada baunya.
APA OBAT DOKTER BOLEH DIMINUM ?
Ya, boleh dimakan. Obat dari dokter tetap boleh
dimakan dulu bersamaan dengan urin. Hanya beri
jarak 1 jam, sebelum dan setelah minum urin.
Sebaiknya obat dokter dimakan bersamaan dengan
waktu makan pagi , siang dan malam.
KAPAN OBAT DOKTER BOLEH DIBERHENTIKAN ?
Setelah minum urin 1 bulan, lalu check up ke dokter,
jika gejala penyakit stabil, bulan berikutnya , obat
dokter boleh dikurangi secara bertahap
( konsultasikan kembali dengan dokter anda ). Air
seni tetap diminum untuk beberapa bulan sampai
betul-betul gejala penyakit tetap stabil.
Nah kalau sudah stabil sekarang boleh dicoba untuk
mengurangi dosis urin. Secara bertahap untuk
mengurangi maintenance dose ( dosis pemeliharaan
sehari-hari ). Jika mula-mula 9 – 10 kali maka, setiap
2- 4 minggu dosis dapat dikurangi 1 kali, jadi dari 10
kali menjadi 9 kali, jika dua minggu lagi masih stabil
menjadi 8 kali dst. Umpamanya nanti setelah
mencapai hanya 3 kali minum urin @ 100 cc, maka
penyakitnya kumat, maintenance dose anda adalah 4
kali minum, Dan maintenance dose ini terus
diminum untuk seumur hidup anda. Tetapi sudah
tidak perlu makan obat lagi.
URIN UNTUK AWET MUDA
Menurut Prof. E.N. Kosasih,M.D dari Medan
sebagaimana yang dimuat harian KOMPAS di rubrik
Kesehatan pada Selasa, 05 April 2005, antioksidan tak
harus diperoleh dari buah dan sayur, urine pun
merupakan sumber antioksidan dan gratis. “Cobalah
autourine therapy, kalau ingin tetap sehat dan awet
muda. Dari urine kita dapat meredam tingkah liar
radikal bebas, si biang penyebab penyakit kanker
dan lainnya.. ” ujar Kosasih.
Misteri faedah serta keberhasilan pengobatan
alternatif dengan meminum air seni sendiri
(autourine therapy, AUT), seperti yang telah
dilakukan sejak berabad-abad silam di India dan
Cina, kini mulai terkuak. Air seni atau urine ternyata
mengandung antioksidan yang tinggi. Tentu saja
keberadaan antioksidan dalam urine itu membuat
pelaku terapi ini semakin bersemangat meneruskan
terapinya. Betapa tidak, antioksidan itu merupakan
senjata ampuh melumpuhkan radikal bebas yang
berkeliaran di sekitar dan di dalam tubuh kita.
Dengan pengetahuan tentang tingginya kadar
antioksidan dalam urine, AUT bisa menjadi alternatif
bagi mereka yang kurang mendapatkan cukup
asupan antioksidan dari makanan dan minuman.
Sebagai pelayan di bidang kesehatan, saya sudah
sering menjumpai pelbagai penderita yang sembuh
dengan pengobatan alternatif ini, antara lain
penderita asma dan kencing manis.
Antioksidan adalah senyawa yang memiliki
kemampuan mengatasi atau menetralisasi radikal
bebas. Kemampuan itu membuat tubuh terbentengi
dari segala gangguan kesehatan, baik yang berasal
dari dalam maupun luar tubuh. Pelbagai penyakit,
termasuk kanker pun bisa dilibas. Untuk yang sehat,
jalan menuju kondisi bugar semakin lapang. Yang
tak kalah menggembirakan, antioksidan bisa
menghambat proses penuaan.
Sekadar mengingatkan, yang termasuk dalam
antioksidan adalah beta karoten, vitamin C, dan
vitamin F. Nah, dalam urine ternyata zat-zat gizi itu
juga ditemukan. Martha Christy dalam artikel Your
Own Perfect Medicine (allnatural.com)
mengungkapkan bahwa Dr. A.H. Free, salah seorang
pendiri Miles Laboratories, berhasil menemukan
ratusan senyawa dalam urine.
Senyawa-senyawa itu dalam bentuk asam amino
(misalnya, lisin dan metionin), karbohidrat rantai
pendek (glukosa), vitamin (termasuk vitamin
sumber antioksidan seperti asam askorbat – vitamin
C) dan mineral (macam zat besi, magnesium,
potasium, atau seng).
Yang mengejutkan, urine kita ternyata juga
mengandung antioksidan tertinggi di antara
beberapa jenis cairan tubuh manusia. Fakta itu
tertuang dalam tulisan Ziobro A dan Bartosz G dari
University of 1.odz, Banacha, Polandia, berjudul A
Comparison of the Total Antioxidants Capacity of
Some Human Body Fluids. Dalam tulisan itu
dipaparkan hasil penelitian yang membandingkan
kadar total antioksidan (TAC) pada pelbagai cairan
tubuh manusia dan beragam usia.
Yang menarik dari tabel itu, antioksidan dalam
ludah perokok ternyata jauh lebih rendah dari
bukan perokok. Ini tentu bukan berita
menyenangkan, apalagi merokok dapat
meningkatkan radikal bebas. Hasil penelitian lain
menggambarkan adanya penurunan kadar total
antioksidan sejalan dengan berlanjutnya usia. Hasil
penelitian kadar total antioksidan dalam darah
(serum) yang berasal dari tiga golongan usia yang
masing-masing berjumlah 31 orang sebagai sampel
adalah sebagai berikut:
Usia 18 – 24 tahun: 0,84 + 0,34 mM
Usia 25 – 39 tahun: 0,59 + 0,18 mM
Usia 40 – 60 tahun: 0,49 + 0,20 mM
Untuk memperoleh tambahan antioksidan, kita bisa
melakukannya dengan mengonsumsi sayur antara
lain bayam, brokoli, dan wortel, serta pelbagai buah
seperti apel, pisang, jambu. Wajar kalau kemudian
mereka yang kurang makan buah dan sayur ternyata
rendah kadar antioksidannya. Antioksidan juga bisa
diperoleh dari ginseng dan gingko biloba. Atau, bisa
pula dari suplemen vitamin A, C, E, dan beta karoten.
Selain itu, rempah-rempah macam bawang, angkak
(Monaseus purpureus/fungus fermented in red rice),
dan keluwak (biasa untuk memasak rawon) juga
merupakan penyumbang antioksidan yang baik.
Namun, di antara semua makhluk hidup kadar
antioksidan dalam serum manusia tercatat paling
tinggi.
Merampas secara berantai
Antioksidan punya musuh bebuyutan yang mesti
ditumpas. Namanya, radikal bebas. Ia adalah atom-
atom atau sekelompok atom yang mengandung
elektron tak berpasanganan (sehingga tidak stabil).
Karena elektron mempunyai kecenderungan kuat
untuk berpasangan, maka radikal bebas bertendensi
kuat untuk merampas elektron dan atom lain secara
membabi buta.
Karena keliarannya itulah ia disebut sebagai radikal
bebas (free radical). Atom lain yang salah satu
elektronnya dicuri pun menjadi radikal bebas, yang
kemudian disebut sebagai radikal bebas sekunder.
Proses ini akan berlangsung secara berantai, karena
radikal bebas sekunder ini akan merampas pula
elektron dari atom lain, sehingga akhirnya proses
berantai ini akan mengakibatkan kerusakan biologis.
Radikal bebas merusak molekul makro pembentuk
sel, yaitu protein, karbohidrat, lemak, dan deoxyribo
nucleic acid (DNA). Akibatnya, sel menjadi rusak,
mati, atau bermutasi. Peristiwa ini menjadi salah
satu penyebab munculnya berbagai penyakit dan
proses penuaan sel. Penyakit yang bisa muncul
akibat ulah si radikal bebas itu termasuk penyakit
degeneratif pada usia lanjut, seperti kanker,
aterosklerosis, hipertensi, diabetes, rheumatoid
arthritis, beragam gangguan inflamasi kronis,
gangguan Parkinson, demensia, dan penyakit
Alzheimer.
Sumber radikal bebas bisa berasal dari dalam tubuh
kita sendiri (endogen), bisa pula dari luar tubuh
(eksogen). Radikal bebas endogen terbentuk sebagai
sisa proses metabolisme (proses pembakaran)
protein, karbohidrat, dan lemak yang kita konsumsi.
Sedangkan radikal bebas eksogen berasal dari polusi
udara, asap kendaraan bermotor, asap rokok,
pelbagai bahan kimia, makanan yang terlalu hangus
(carbonated), dan lain sebagainya.
Nah, untuk menumpasnya, serahkan saja pada
antioksidan. Peran positif dari antioksidan adalah
memperkuat sistem pertahanan tubuh dalam
menghadapi pembangkit penyakit yang memasuki
dan menyerang tubuh.
Lalu, bagaimana mendapatkan antioksidan dari
urine?
Apabila tidak ada penyakit berat, untuk tujuan
mempertahankan kesehatan, awet muda, dan
memperpanjang usia, minum saja urine dengan
takaran 100 – 200 ml tiap hari. Air seni yang segar,
baru dikemihkan, diambil dari bagian tengah dari
aliran kencing. Caranya, pada awal kencing air seni
dibuang, setelah itu air seni ditampung. Cara
penampungan seperti ini menghindari kontaminasi
dari alat kelamin bagian luar, walaupun sebenarnya
air seni itu sendiri steril.
Untuk penderita penyakit berat seperti penyakit
jantung, darah tinggi, kencing manis, dan lain-lain,
frekuensi takarannya bila perlu dapat ditingkatkan
menjadi beberapa kali dalam sehari. Khusus
menghadapi kanker, penderita dianjurkan
meminum paling sedikit lima kali 200 ml per hari.
AUT merupakan terapi murah tetapi bukan
merupakan obat ajaib, bekerjanya perlahan, kadang-
kadang memerlukan waktu berbulan-bulan
lamanya. Jarang sekali dapat terjadi efek sampingan,
misalnya diare atau timbul jerawat saat menjalani
pengobatan.
Kalaupun ada efek sampingannya, sebaiknya AUT
dihentikan sementara waktu. Setelah normal
kembali, tahap demi tahap AUT bisa dimulai lagi dari
satu sendok makan, dan besoknya terus
ditingkatkan sampai dosis semula, satu atau dua
gelas sehari.

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

21 tanggapan untuk "Berobat Dengan Minum Air Kencing"

bewoxstars pada 11:26, 21-Apr-11

wahh..trnyata air pipis brmanfaat..hehe

Aby Saffa pada 11:51, 21-Apr-11

wah eank wong katanya najis,tapi kok bisa jadi obt?
Mau coba tapi,entar low muntah pa ndak haram ya eank,,wink

Zhaaxx pada 12:16, 21-Apr-11

uwek. Jijik

Riyan Hidayat pada 12:27, 21-Apr-11

Iiih..

EYANKGHAIB® pada 12:38, 21-Apr-11

@Aby Saffa: Penggunaan terapi urine,
manakala terserang penyakit ganas; kanker ganas,
jantung dan AIDS yang sampai detik ini belum ditemukan
obatnya wajib minum air seni demi kelangsungan hidup
manusia. Terutama, ketika lagi tidak ada uang, serta sulit
mencari dana untuk berobat.
Hal ini terlampir di dalam al-Quran:
ﻮﻘﺪﻔﺼﻞﻠﻜﻡﻤﺎﺣﺮﻡﻋﻠﻴﻜﻡﺇﻻﻤﺎﺍﻀﻂﺮﺮﺘﻡﺇﻠﻴﻪ]13 ]
“Sungguh, Allah telah menjelaskan apa-apa yang haram
kalian makan kecuali terpaksa memakannya.”

Edi Siswanto | Belajar Jadi Master pada 16:37, 21-Apr-11

ku tunggu kunjungan balikmu

Arizqi pada 18:54, 21-Apr-11

Geli juga bayanginya,,tp ternyata sudah banyak manfaatnya ya

Erna Fitriani pada 14:32, 22-Apr-11

jijik tapi mujarab.. hehe..

fandy.mywapblog.com pada 22:13, 05-Mei-11

Mgkn dimasukin botol wisky baru diminum mrgreen

Agus Mudjiman pada 20:12, 02-Jul-11

Rahasia Tuhan banyak sekali yang belum terungkap , salah satunya adalah manfaat air seni kita sendiri.

boni pada 11:34, 28-Jul-11

air seni kan mengandung garam apa tdk bahaya kepada penderita hipertensi

eli pada 09:45, 02-Agu-11

apakah urin dapat menyembuhkan kuping berdengung?

De Tri pada 10:19, 03-Okt-11

wuiiiihhh,coba ahh...biar awet muda..hehehehe...

anne pada 16:34, 20-Peb-12

Eyank....ada ga kisah orang orang yg sembuh dengan terapi urin ini mau doonk..bisa saya peroleh emailnya gak?

Woya pada 18:01, 20-Peb-12

Saya mau curhat nih…pada bulan juli 2011,
saya lakukan test usg jantung dan hasilnya
dinyatakan sbg penderita emfisema dan
hipertensi paru, gejalanya sesak nafas dan
tekanan darah menjadi tinggi setiap saat
oksigen berkurang di dalam paru2 dikarenakan ada sumbatan pada pembuluh
darah paru dan itu juga membuat jantung
kanan saya jadi membesar. Saya tau
penyakit ini tdk bisa sembuh dan saya tdk
mau minum obat2an dari dokter karna saya
yakin pasti akan berefek ke organ tubuh lain. Awalnya saya masih ragu coba urin
karna itukan mengandung garam
sedangkan saya penderita hipertensi.
Akhirnya karna saya nekat ingin sembuh
maka tepat pada tanggal 24 juli 2011 pkl
4.24 pagi saya mulai mencoba minum urin pertama saya di kamar mandi, dan dengan
sedotan saya juga teteskan ke lubang
hidung saya urin sebanyak2 nya. Saya
minum cara cepat selama 3 hari yaitu setiap
saya kencing itu pasti diminum dan stlh 3
hari saya minum cukup 3 kali sehari sesuai anjuran pemakai urin lainnya dan hasilnya
alhamdulilah gejala2 tsb sudah hilang dan
saya bebas makan apa saja serta saya bisa
berolahraga angkat beban tanpa rasa
sesak lagi. Saya anjurkan kebeberapa
teman2 saya untuk minum urin tapi saya justru diejek, padahal saya hanya ingin
menolong, justru saya dibilang sakit jiwa
dan apa yang saya katakan itu bagi mereka
bohong semua, saya jadi sedih, tapi apa
boleh buat spt syair lagu bondan prakoso
…ya sudahlah….

Agus Pandesyah pada 18:04, 20-Peb-12

Pada akhir tahun 2007 saya pernah
terserang gangguan jantung dan pada
awal tahun 2008 saya mulai minum urine
sendiri sehari lebih dari 5 gelas @ 200cc
dan media tahun 2008 keluhan dijantung
saya sudah tidak ada lagi bahkan sekarang merasa lebih sehat dari pada sebelum
adanya gangguan jantung, lebih dari itu
saya sekarang mampu joging tiap hari 2
jam setengah dengan kecepatan 80 m /
menit = 12 km .
Minium urine tidak pernah berhenti sampai sekarang.

anne pada 11:33, 24-Peb-12

saya sebagai pemula harus bagaimana dulu ya? sumbang sarannya teman teman yang sudah mengalami kesembuhan dan berapa lama ya kesembuhannya? wassalam

Terapi Urin Untuk Pemula pada 15:25, 24-Peb-12

Dalam hal ini, urine yang digunakan adalah urine
sendiri, yaitu urine saat bangun pagi.
Bagi pemula ; Mulailah dengan minum satu teguk air urin pertama
setelah bangun pagi setiap harinya. Bila sudah
terbiasa, tingkatkan jumlahnya sampai setengah
atau satu cangkir ( 100-200cc). Jika cara pertama gagal, ambil satu sendok teh atau
sendok makan urine, lalu encerkan dengan 100 cc
air putih serta aduk sampai merata. Minumlah
segera larutan ini setiap paginya. Setelah terbiasa,
tingkatkan jumlah urinnya secara bertahap. Bila cara pertama dan kedua juga gagal, urin bisa
dicampur dengan madu atau jus buah-buahan. Sediakan cangkir atau gelas yang berwarna gelap
di kamar mandi, agar urine bisa diminum setiap
saat. Jangan gunakan gelas bening karena secara
psikologis, kalau terlihat, bisa merasa jijik. Waktu diminum, jangan dilihat dan dicium. Tutup
mata dan tahan napas, jangan berhenti di tengah
ketika menelan. Begitu selesai minum, kumur dengan air atau boleh
sikat gigi, untuk menghilangkan sisa rasa urin
dalam mulut. Catatan : berdoalah kepada Tuhan sebelum
melakukan terapi, sebab dengan bantuan-Nya,
anda akan dapat melakukan terapi ini. Dan
bersyukur juga pada-Nya, ketika anda telah
melakukan terapi ini, sebab oleh izin-Nya, anda
mempunyai keberanian untuk menjalani terapi ini.biggrin

crecen pada 11:34, 06-Mar-12

kesembuhan kira kira bisa diperoleh dalam jangka waktu berapa lama ya?

Elly pada 13:16, 03-Apr-12

Saya ingin bertukar pikiran dengan teman teman yang sudah menggunakan urin dan mengalami kesembuhan bisakah saya memperoleh emailnya?

zhaky pada 18:31, 10-Jan-13

demi kesbmuhan , apa salahx mncbanya !

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar