Bagaimana Sikap Terhadap Istri Yang Selingkuh?

Diposting oleh EYANKGHAIB® pada 18:32, 12-Mei-11

Assalamualaikum Ustadz, Ana mau tanya apakah tindakan
yang paling tepat sesuai dengan tuntunan Islam jika
seorang suami mengetahui istrinya selingkuh dengan
laki-laki lain, dan sudah sangat diduga pernah berzina
dengan laki-laki itu. Apakah suami tersebut wajib
menceraikan istrinya, sementara dia masih menyayangi
isterinya dan isterinya juga tidak mau sekali kalau
diceraikan. Syukron ya Ustadz. Wassalam
Sukirman Saleh
Jl. Cendana no. 5 Polewali
Kab. Polewali Mandar Sulawesi Barat
Ustadz Kholid menjawab:
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Kebebasan bergaul yang berkembang dan sudah menjadi
adat yang mendarah daging dalam sebagian kaum
muslimin adalah satu musibah besar dan berimplikasi
sangat buruk. Implikasi buruk ini tidak hanya mengenai
sang wanita atau pria saja namun juga berakibat buruk
bagi tatanan keluarga dan masyarakat. Karena itulah
Islam memberikan batasan pergaulan antara lawan jenis
dengan demikian indah dan kuatnya, sehingga
kemungkinan muncul perselingkuhan, pacaran dengan
cinta monyet serta perzinahan dapat dicegah dan diputus
sejak awal. Ditambah lagi dengan hukuman keras bagi
pezina baik yang belum pernah menikah maupun yang
pernah menikah. Sayang masyarakat enggan
menerapkannya sehingga terjadilah peristiwa-peristiwa
yang tidak diinginkan seperti ini. Dalam rumah tangga
seorang suami haruslah menjadi pemimpin yang
menampakkan kebijakan dan kemampuannya mengatur
biduk rumah tangga. Perselingkuhan disamping akibat
kebebasan pergaulan yang ada dimasyarakat dan
diperkenankan sang suami juga terkadang disebabkan
karena sikap suami yang tidak mengetahui kebutuhan
istri. Penampilan suami ketika menjumpai istri, cara
bergaul dan bersikap sampai cara memberikan nafkah
batin terkadang dapat memicu hal tersebut. Yang jelas
pergaulan wanita dengan lelaki lain secara bebas akan
memberikan opini kepada wanita tipe lelaki yang lain lalu
bisa jadi ia banding-bandingkan dengan suaminya. Rasa
bosan dengan suami dan mulut buaya dan sikap lelaki
lain pun tidak kalah berbahayanya. Oleh karena itu
Syari ’at islam sangat menekankan seorang wanita
membatasi pergaulannya dengan lelaki asing (bukan
suami dan mahramnya) dan tidak bersinggungan kecuali
karena kebutuhan dan sebatas kebutuhannya saja.
Lalu bagaimana sikap suami bila sudah mendapatkan
musibah demikian. Orang yang ia cintai ternyata
berselingkuh dengan lelaki lain. Maaf sebelumnya,
dugaan berzina yang anda sampaikan memiliki hukum
sendiri. Syari ’at islam sangat menjaga kehormatan wanita
dan mengancam penuduh wanita berzina dengan
ancaman berat. Lihat saja firman Allah:
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺮْﻣُﻮﻥَ ﺍﻟْﻤُﺤْﺼَﻨَﺎﺕِ ﺛُﻢَّ ﻟَﻢْ ﻳَﺄْﺗُﻮﺍ ﺑِﺄَﺭْﺑَﻌَﺔِ ﺷُﻬَﺪَﺁﺀَ ﻓَﺎﺟْﻠِﺪُﻭﻫُﻢْ
ﺛَﻤَﺎﻧِﻴﻦَ ﺟَﻠْﺪَﺓً ﻭَﻻَﺗَﻘْﺒَﻠُﻮﺍ ﻟَﻬُﻢْ ﺷَﻬَﺎﺩَﺓً ﺃَﺑَﺪًﺍ ﻭَﺃُﻭْﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻔَﺎﺳِﻘُﻮﻥَ . ﺇِﻻَّ
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺗَﺎﺑُﻮﺍ ﻣِﻦ ﺑَﻌْﺪِ ﺫَﻟِﻚَ ﻭَﺃَﺻْﻠَﺤُﻮﺍ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻠﻪَ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ . ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ
ﻳَﺮْﻣُﻮﻥَ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦ ﻟَّﻬُﻢْ ﺷُﻬَﺪَﺁﺀُ ﺇِﻵ ﺃَﻧﻔُﺴُﻬُﻢْ ﻓَﺸَﻬَﺎﺩَﺓُ ﺃَﺣَﺪِﻫِﻢْ
ﺃَﺭْﺑَﻊُ ﺷَﻬَﺎﺩَﺍﺕٍ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻤِﻦَ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗِﻴﻦَ . ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﻣِﺴَﺔُ ﺃَﻥَّ ﻟَﻌْﻨَﺖَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ
ﺇِﻥ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ . ﻭَﻳَﺪْﺭَﺅُﺍ ﻋَﻨْﻬَﺎ ﺍﻟْﻌَﺬَﺍﺏَ ﺃَﻥ ﺗَﺸْﻬَﺪَ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺷَﻬَﺎﺩَﺍﺕٍ
ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻤِﻦَ ﺍﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ . ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﻣِﺴَﺔَ ﺃَﻥَّ ﻏَﻀَﺐَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺂ ﺇِﻥ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ
ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻗِﻴﻦَ .
“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang
baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan
empat orang-orang saksi, maka deralah mereka (yang
menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah
kamu terima keksaksian mereka buat selama-lamanya.
Dan mereka itulah orang-orang yang fasik. Kecuali orang-
orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki
(dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang menuduh
isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai
saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian
orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama
Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang
yang benar. Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la’nat
Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang
berdusta. Isterinya itu dihindarkan dari hukuman oleh
sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya
suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang
dusta, dan (sumpah) yang kelima: bahwa la ’nat Allah
atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang
benar ” (QS. An-Nuur/24: 4-9)
Dalam ayat ini Allah membagi penuduh wanita mu’minah
berzina dalam dua kategori:
1. Orang yang menuduh bukan suaminya, maka wajib
menghadirkan empat saksi yang melihat langsung
kejadiannya atau wanita itu mangakuinya. Apabila terjadi
demikian maka wanita itu dihukum dengan hukuman
pezina. Namun bila tidak mangakui dan tidak dapat
menghadirkkan empat saksi maka penuduh didera
(cambuk) delapan puluh kali dan tidak diterima
persaksiannya selama-lamanya kecuali bila bertaubat.
2. Suami wanita tersebut, dalam hal ini sama dengan
diatas, hanya saja bila wanita tidak mengakui dan ia tidak
mampu menghadirkan saksi ia tidak dikenakan hukuman
dera. Akan tetapi ia harus melakukan mula ’anah (saling
melaknat) seperti dalam ayat diatas.
Kembali ke kasus yang anda ceritakan, bila sang istri
terbukti selingkuh -walaupun tidak sampai berzina- maka
tindakan yang paling tepat -menurut saya- adalah wajib
menceraikannya dan tidak sepantasnya seorang suami
mempertahankan istri yang telah mencederai
kesetiaannya dengan berbuat serong (dengan maknanya
yang luas). Sebab, istri telah melakukan kesalahan yang
tidak bisa dipandang remeh. Menjalin hubungan asmara
terlarang dengan lelaki lain, siapapun dia.
Syaikh Prof. DR. Shalih Fauzan Al-Fauzan Hafizhahullah
(seorang anggota majelis ulama besar kerajaan saudi
Arabia dan anggota Islamic Fiqh Academy (IFQ) Liga
Muslim Dunia (Rabithoh al- ’Alam al-Islami))
memaparkan: “Apabila keadaan istri tidak lurus
agamanya, seperti meninggalkan shalat atau suka
mengakhirkan pelaksanaannya di akhir waktu, sementara
suami tidak mampu memperbaikinya, atau bila tidak
memelihara kehormatannya, maka menurut pendapat
yang rajih, suami dalam kondisi ini wajib untuk
menceraikan istrinya. ” (Al-Mulakhas Al-Fiqhi, 2/305)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Raahimahullahu Ta’ala
berkata: “Jika istri berzina, maka suami tidak boleh tetap
mempertahankannya dalam kondisi ini. Kalau tidak, ia
menjadi dayyuuts (suami yang membiarkan maksiat
terjadi di dalam rumah) ”.
Adapun bila ia tidak mau bercerai dan mengaku masih
mencintai suaminya, maka ini bohong. Bila ia cinta sama
suaminya kenapa harus selingkuh. Wanita yang baik dan
normal tidak akan berselingkuh dengan lelaki lain, sebab
ia memiliki rasa malu yang jauh lebih besar dari lelaki.
Bila ia telah selingkuh dengan lelaki lain maka rasa malu
tersebut tentunya hilang dan kemungkinan berselingkuh
lagi sangat besar sekali. Bagaimana tidak? Ia tidak puas
dengan suaminya yang ada dan telah merasakan
keindahan semu selingkuhnya dengan PIL (pria Idaman
Lain). Wanita yang secara umum perasaannya lebih
menguasai dari akal sehatnya tentu kemungkinan
mengulanginya lagi itu sangat mungkin. Apalagi PIL nya
tersebut masih membuka pintu baginya.
Karena itu nasehat saya kepada suami, ceraikan saja
wanita tersebut dan berilah ia kemudahan untuk
mendapatkan yang ia angan-angankan. Dengan
bertawakkal kepada Allah dan mengikhlaskan perceraian
tersebut kepada Allah maka Allah akan menggantikan
dengan yang lebih daik darinya.
Mudah-mudahan jawaban ini memberikan pencerahan
yang gamblang terhadap para suami yang tertimpa
musibah memiliki istri tidak setia dan pelajaran bagi kita
semua untuk berhati-hati dalam memilih pendamping
kita. Lihat agamanya dan akhlaknya nanti kamu akan
beruntung, seperti disabdakan Rasulullah
Shallallahu’alaihi Wasallam.
sumber : http://www.ustadzkholid.com

Bagikan ke Facebook Bagikan ke Twitter

Komentar

2 tanggapan untuk "Bagaimana Sikap Terhadap Istri Yang Selingkuh?"

Riyan Hidayat pada 22:02, 12-Mei-11

Kalo pelakunya udah tua bangka (baca:eyank) didera juga? Ehmm...

Tips Sembuh Dari Penyakit Selingkuh pada 19:11, 22-Okt-11

Duh saya ga pernah selingkuh tu!!...alah
jangan munafik deh, 95% orang pernah
selingkuh. Lebih baik kita sadar sebelum
semuanya terlambat, suatu penyesalan
selalu datang saat ia telah pergi dari kita.
Lalu bagaimana cara menghilangkan
kebiasaan buruk itu?...yuk baca tips di
bawah ini…
1. Belajarlah untuk tulus mencintai dia,
lihatlah dia dengan hati bukan dengan
nafsu…tak ada orang yang sempurna di
dunia ini…kecantikan kelak akan
memudar dan kekayaan kelak akan
menghilang.
2. Jangan pernah membandingkannya
dengan yang lain, manusia emang tidak
pernah merasa puas dengan apa yang
dimilikinya…tapi ren
ungkanlah…belum tentu yang lebih
cantik atau kaya itu mencintai kamu
setulus cintanya
.
3. Berbicaralah dengan jujur apabila
kamu menginginkan suatu perubahan
darinya, saya yakin dia pun pasti
mengerti apabila kamu ingin dia menjadi
lebih baik
.
4. Jangan terlalu percaya apa kata
orang…yang sedang menjalani hubungan
itu kamu dan dia, bukan mereka…jadi
coba cari tahu kebenaran itu sendiri.
5. Jangan terlalu mengharapkan
kesempurnaan dan jangan pernah
berpikir dia tidak layak untuk kamu…
pikirkan apa kamu sudah sempurna?, dan
pikirkan mengapa dulu kamu ingin
memilikinya? Kenapa dia mau menjadi
pacar kamu…apakah kamu sudah layak
untuknya?...
6. Suatu yang terlihat indah belum tentu
memberikan kebahagiaan…kamu malu
pacaran dengan dia karena wajahnya?
berarti kamu telah menghina
ciptaanNya…apakah kamu sudah lebih
baik dari ciptaanNya yang paling mulia?
7. Jangan pernah mencoba untuk
selingkuh…bukanlah suatu alasan yang
berarti, Hanya coba-coba…kelak kamu
sendiri yang akan merasakan sesalnya.
8. Percaya ga percaya karma pasti
berlaku. Karma bukanlah hanya untuk
umat hindu, karena karma itu adalah
suatu teguran dariNya bagi orang-orang
yang telah menyakiti sesema
ciptaanNya. Ingat do’a orang yang
teraniaya, pada saat ia berdo’a…maka
pada saat itu pula do’anya itu
dikabulakan oleh sang pencipta.
Saya harap tips diatas dapat membantu
kita menghilangkan suatu kebiasaan
buruk yang dinamakan
selingkuh...selingkuh itu indah…tapi
kelak akan menyakitkan, perlahan tapi
akan mematikan…bagaikan orang yang
sedang nikmatnya meminum minuman
keras, kelak segala macam penyakit
akan datang merenggut nyawanya.

Langganan komentar: [RSS] [Atom]

Komentar Baru

[Masuk]
Nama:

Komentar:
(Beberapa Tag BBCode diperbolehkan)

Kode Keamanan:
Aktifkan Gambar